Selamat datang ke situs blog kami. Bersama kita melangkah membangun akuakultur Indonesia !
Situs ini “berupaya” menyajikan informasi menarik yang terkait dengan perkembangan akuakultur khususnya di Indonesia.
Situs ini bukan milik organisasi, bersifat independen, berdaulat dan mandiri dan tidak melibatkan kepentingan partai politik. Bila ditemukan link ke organisasi atau perusahaan tertentu di dalam blog ini bukan berarti kami berhubungan dengan mereka atau mendapatkan suatu keuntungan secara materil.
Niat kami membuat blog ini adalah untuk berperan aktif dan mencoba memberdayakan sedikit kemampuan kami untuk berperan memajukan akuakultur Indonesia.
Saat ini blog dikelola oleh Roffi Grandiosa, staf Fakultas Perikanan Universitas Padjadjaran yang sedang tugas belajar di Aquaculture MSc. ICP, Universitas Gent Belgium. Saya sendiri saat ini mempersiapkan riset di bidang mikrobiologi khususnya probiotik pada european seabass, sebagai syarat kelulusan pada program MSc. Adapun pendidikan saya di Belgium ini disponsori oleh VLIR, sebuah organisasi yang berada di wilayah Flemish (Dutch speaking part).
Akhir kata, terimakasih atas kunjungan Anda di blog kami. Mudah-mudahan, isi blog ini dapat memberikan manfaat untuk Anda.
Salam,
Akua-Indo-Weblog,
Roffi Grandiosa
email: roffi.grandiosa@gmail.com
Februari, 2007
——————————————————————————————-
“Halaman ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya!”

saya bekerja di lab mikrobiologi perusahaan swasta. ada kendala dalam isolasi bakteri V alginolyticus. Tadinya memakai agar TCBS buatan Difco setelah itu memakai buatan Merck.kendala yang dihadapi adalah hasil isolasi tidak bisa tahan lama dan warnanya sekuning waktu memakai TCBS buatan Difco. Barangkali mas punya pengalaman pemakaian ke dua jenis agar TCBS tsb.mohon penjelasan.
Hallo pak suryono, senang sekali mendapat atensi dari bapak, kebetulan saya tidak punya pengalaman seperti itu.
Tapi menurut saya kemungkinan besar komposisi yang terkandung dalam TCBS saat itu berbeda. Tapi mestinya produk sekelas difco dan merck harusnya menjaga konsistensi produknya.
Sudah dicoba dengan batch yang lain?
Pembangunan akuakultur yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan adalah harapan dunia. menagapi adanya pemanasan global yang disebabkan adanya pembukaan lahan budidaya yang notabene membabat hutan mangrove. Mungkin perlu kita lakukan pebnataan kembali untuk dapat meminimalkan efek tersebut. Mari Kita Menanam 1, 10, 100, 1000 sejuta, semilyar, setriliun mangrove
Akuakultur adalah harapan masa depan kami, dimana sumber daya alam non hayati sudah mulai habis,maka ilmu akuakultur masih eksis, dengan waktu-waktu menemukan inovasi tiada henti , untuk intu kita harus bangga karena telah bergerak di bidang ini , yang bukan saja memanfaatkan semata tetapi juga megadakan penelitian untuk berlangsungnya kembali biota sumber daya hayati khususnya perikanan.
Hidup Akuakultur…! Raja Tambak !!