Posting sebelumnya di blog ini mengenai budidaya rajungan cukup mendapat respons tinggi padahal hanya berisi link yang mengarahkan pembaca ke halaman web lain. Di posting ini kami ingin menambahkan informasi mengenai budidaya rajungan yang mudah-mudahan akan berguna bagi pembaca blog.
Populasi rajungan di alam semakin terancam dengan rusaknya habitat dan juga eksploitasi oleh nelayan di beberapa daerah sehingga mengakibatkan rendahnya ketersediaan rajungan di alam. Penangkapan kepiting rajungan yang berlebih itu tak lepas dari besarnya permintaan untuk ekspor, antara lain ke Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan beberapa negara Eropa. Permintaan pasar terhadap rajungan yang sangat tinggi harus segera diatasi dengan melakukan budidaya/akuakultur terhadap spesies yang dimaksud.
Prospek akuakultur rajungan cukup besar namun kendala-kendala teknis hingga saat ini masih menghambat kesuksesan dalam akuakultur.
Secara umum permasalahan dalam budidaya rajungan ini adalah: Merupakan usaha yang relatif baru, masih adanya ketidakpastian dalam model bisnis, terdapat kompetisi penggunaan ruang dengan budidaya udang, cost production tidak menentu, penanganan yang dirasakan lebih sulit sehingga membutuhkan tenaga kerja yang tinggi, ketersediaan benih di alam yang tidak pasti (untuk pembesaran), ketersediaan pakan pembesaran yang murah dan kelangsungan hidup yang rendah akibat kanibalisme.
Mungkin masih terdapat banyak permasalahan namun upaya untuk mengatasi terus dikembangkan. Riset dan pengembangan spesies ini di masa depan akan sangat berguna bagi kesempurnaan teknik pembenihan dan pembesaran sehingga bisa diaplikasikan oleh masyarakat luas.
Untuk yang sangat memerlukan informasi tambahan, silahkan baca proceeding dalam bahasa Inggris berjudul Proceeding ACIAR Crab Aquaculture. (harus dibuka dengan software adobe acrobat reader)
Referensi lain:
